Model Pembelajaran Kooperatif STAD yang Layak di Pilih Guru

0
8
Student Teams Achievement Division. photo by istockphoto

Gurusd.id – Bapak dan Ibu Guru pasti pernah mengalami asyiknya mengerjakan tugas di dalam kelompok. Mulai dari excitement menemukan teman kelompok, menyelesaikan tugas bersama, hingga menampilkan hasil kerja sama kelompok, membuat mengerjakan tugas jadi lebih asyik.

Antusiasme yang sama tentunya juga akan dirasakan oleh peserta didik Bapak dan Ibu Guru semua ketika model pembelajaran kooperatif, yang menempatkan mereka dalam kelompok-kelompok kecil diterapkan di kelas.

Tapi, adanya perbedaan atau heterogenitas tingkat kemampuan akademik siswa di dalam kelompok dapat menghambat proses pembelajaran mereka tidak ya? 

Penelitian membuktikan, bahwa mengerjakan tugas di dalam kelompok kecil dengan heterogenitas kemampuan akademik justru dapat meningkatkan motivasi dan pencapaian belajar siswa, lho. – Yiping Lou (2013)

Nah, model pembelajaran yang menerapkan sistem pengelompokan siswa seperti itu kita kenal juga dengan sebutan STAD.

STAD merupakan singkatan dari Student Teams Achievement Division, dalam bahasa Indonesia berarti divisi prestasi tim siswa.

Model pembelajaran STAD ini juga cocok digunakan baik oleh pendidik yang sudah berpengalaman tinggi maupun yang masih pemula. 

Karena, model pembelajaran ini merupakan model yang sangat sederhana untuk menerapkan pendekatan kooperatif.

Apa itu model pembelajaran STAD, bagaimana langkah-langkah penerapannya, alasan mengapa model tersebut layak diterapkan, dan kekurangan dan kelebihannya akan disampaikan dalam artikel ini. 

Oleh karena itu, untuk mengenal lebih lanjut tentang model pembelajaran STAD, kita simak bersama penjelasannya sampai selesai, yuk!

Daftar Isi

  1. Apa itu Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD?
  2. Kenapa Model Pembelajaran STAD Layak untuk Dipilih
  3. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran STAD
  4. Langkah-Langkah Model Pembelajaran STAD

Apa itu Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD?

Melansir laporan dari Robert E. Slavin (1978), model pembelajaran STAD ini dirancang oleh Robert Slavin dan rekan-rekannya di Universitas John Hopkins. 

Model pembelajaran STAD adalah strategi pembelajaran kooperatif dimana siswa dengan tidak hanya perbedaan gender dan etnis, namun juga perbedaan tingkat kemampuan akademik dikelompokan dalam satu kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang (Slavin, 1980). 

Dalam kelompok kecil tersebut, setiap siswa diharapkan bisa saling bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ada. 

Model ini pun menjadi salah satu cara untuk memacu penguasaan materi yang memanfaatkan adanya semangat saling mendukung dan membantu diantara anggota kelompok yang dibentuk.

Nah, begitu lah kurang lebih pengertian STAD dari Slavin. Selain Slavin, banyak juga yang sudah mencoba mendefinisikan STAD menggunakan pembahasaan yang berbeda-beda.

Namun, pengertian model pembelajaran STAD menurut para ahli lain kurang lebih sama dengan milik Slavin.

Kenapa Model Pembelajaran STAD Layak untuk Dipilih

Sebenarnya, ada beberapa model pembelajaran kooperatif lain selain STAD yang Bapak dan Ibu Guru dapat temukan, seperti Team Game Tournament (TGT), Jigsaw, dan Group Investigation (GI).

Lalu, kenapa STAD dapat menjadi pilihan yang layak untuk diterapkan?

“STAD adalah metode pembelajaran paling sederhana yang menerapkan cooperative learning.” -Robert Slavin.

Alasan yang pertama adalah seperti yang disampaikan oleh Slavin pada quote di atas,  model pembelajaran STAD merupakan pilihan yang tepat bagi Bapak dan Ibu Guru yang belum terlalu berpengalaman dengan pendekatan kooperatif karena model ini sangat sederhana. 

Kesederhanaannya dapat Bapak dan Ibu Guru lihat dari langkah-langkah penerapannya yang tidak terlalu banyak. 

Alasan yang ke dua adalah adanya manfaat-manfaat dari penerapan model pembelajaran STAD dan kerja kelompok terhadap keberhasilan siswa, seperti di bawah ini.

Manfaat pembelajaran STAD:

  1. Mendorong keaktifan siswa dalam belajar
  2. Membangkitkan minat dan kemampuan bekerja sama, saling menghargai, dan peduli.
  3. Meningkatkan motivasi belajar.
  4. Meningkatkan kemampuan akademik.
  5. Meningkatkan kehidupan sosial

Kok, bisa ya penerapan model pembelajaran STAD memberikan manfaat-manfaat di atas pada siswa? 

Ternyata, menurut menurut laporan dari Phys.org (2014), sudah ada eksperimen yang dapat menjelaskan hal tersebut, lho.

Eksperimen tersebut dilakukan oleh seorang asisten profesor psikologi di Stanford, Gregory Walton dan rekannya Priyanka Carr.

Mereka berdua menemukan, bahwa memberikan rasa atau isyarat bahwa seseorang sedang bekerja sama dengan orang lain dapat meningkatkan motivasi intrinsik seseorang untuk mengerjakan suatu hal.

Dengan tingginya motivasi intrinsik tersebut, siswa pun jadi lebih bersemangat ketika mengerjakan tugas dan tidak mudah kelelahan walaupun tugasnya menantang.

Motivasi intrinsik ini sangat penting dalam pembelajaran karena siswa jadi memiliki minat belajar atau kemauan sendiri untuk berusaha dan tidak perlu ada paksaan dari guru, teman, maupun orang tua. 

Dengan demikian, penerapan model pembelajaran STAD dapat menjadi pilihan yang tepat untuk Bapak dan Ibu Guru sekalian.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran STAD

Seperti metode pembelajaran pada umumnya, penerapan metode pembelajaran STAD juga memiliki kelebihan dan kelemahan.

Berikut ini adalah kelebihan dan kelemahan model pembelajaran STAD dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Ninada Wahyu (2019).

Data yang didapatkan dalam penelitian tersebut diambil dari interview dengan guru yang sudah berpengalaman dalam penerapan model ini dalam pengajaran pemahaman bacaan.

Kelebihan Model Pembelajaran STAD

  • Memacu kreatifitas siswa dengan adanya kesempatan untuk bertukar ide dengan siswa lainnya.
  • Meningkatkan pemahaman siswa dengan adanya proses diskusi dalam kelompok.
  • Mewujudkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Kelemahan Model Pembelajaran STAD

  • Situasi dapat menjadi tidak kondusif jika siswa mulai membicarakan hal lain di luar pelajaran.
  • Kurangnya keaslian jawaban siswa karena memilih untuk hanya meniru temannya.

Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan metode pembelajaran STAD, Bapak dan Ibu Guru diharapkan dapat lebih bijaksana dalam menyesuaikan manajemen kelasnya.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran STAD

Sebelum kita membahas tentang langkah-langkah penerapan metode pembelajaran ini, ada baiknya jika Bapak dan Ibu Guru mengenal 5 komponen utama yang menjadi karakteristik model pembelajaran STAD di bawah ini.

5 Komponen Utama STAD

  1. Presentasi Kelas
  2. Kerja Tim
  3. Kuis atau Tes
  4. Skor Kemajuan Individual
  5. Rekognisi Tim

Model pembelajaran STAD adalah model pembelajaran yang menggunakan beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa untuk memastikan bahwa setiap siswa menguasai materi yang diberikan. 

Oleh karena itu, lima komponen di atas akan sangat dibutuhkan dalam langkah-langkah penerapan metode pembelajaran ini. 

Supaya Bapak dan Ibu Guru dapat mendapatkan gambaran tentang bagaimana lima komponen itu akan digunakan, mari kita tengok langkah-langkah penerapan metode pembelajaran STAD di bawah ini 

Langkah-langkah STAD

Menyampaikan Tujuan Pembelajaran dan Motivasi

  • => Menyampaikan Materi => Membentuk Kelompok
  • => Membimbing kelompok dalam belajar dan bekerja
  • => Evaluasi => Memberikan Apresiasi atau Reward

Selanjutnya, berikut ini rincian kegiatan yang perlu dilakukan oleh Bapak dan Ibu Guru dalam setiap langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar pada gambar dibawah ini.

langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

Untuk meningkatkan tingkat keberhasilan penerapan metode pembelajaran STAD ini, Bapak dan Ibu Guru juga dapat menerapkan tips yang diambil dari penelitian yang dilakukan oleh Arifah, seorang guru SMK di Bogor, Jawa Barat di bawah ini.

  1. Memberikan penjelasan terkait langkah-langkah kooperatif yang akan diterapkan dalam pembelajaran pada siswa.
  2. Memberikan dorongan pada siswa untuk berkontribusi dalam diskusi kelompok dan kelas.
  3. Menyampaikan materi pelajaran dengan runtut dan tidak tergesa-gesa.
  4. Memastikan alokasi waktu pengerjaan kuis atau tes individual cukup

Demikianlah informasi terkait metode pembelajaran STAD yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini.

Setelah membaca artikel ini, saya yakin Bapak dan Ibu Guru sudah memiliki gambaran tentang apa yang harus dipersiapkan dan yang harus dilakukan dalam penerapannya.

Bapak dan Ibu guru penyampaian materi turut menjadi penentu keberhasilan pembelajaran STAD, maka penyusunan materi bahan ajar perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Terimakasih telah berkunjung di Komunitas Guru SD, Semoga bermanfaat Sekian dan terimakasih.

sumber: zenius.net

https://www.gurusd.id/2022/07/model-pembelajaran-kooperatif-stad-yang-layak-untuk-guru.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here