Perkembangan Kognitif Anak Usia SD 6-9 Tahun

0
13
Anak Usia SD 6 sampai 9 Tahun

Gurusd.id – Ada berbagai perkembangan yang dialami anak di usia 6-9 tahun, salah satunya dari segi kognitif atau kemampuan berpikir. Sama seperti kemampuan yang lain, kognitif juga perlu diasah sejak dini agar berkembang dengan baik sampai anak dewasa kelak.

Penting bagi orangtua untuk mengetahui perkembangan kognitif anak di rentang usia 6-9 tahun. Simak ulasan lengkapnya di sini, ya!

Perkembangan kognitif anak usia 6-9 tahun

Kognitif adalah keterampilan inti yang diperlukan untuk melakukan tugas apa pun mulai dari yang paling sederhana sampai paling rumit.

Keterampilan ini didukung oleh kerja otak untuk memproses dan mengolah informasi baru yang diterima.

Perkembangan kognitif, termasuk pada anak, melibatkan proses membaca, belajar, berpikir, menalar, memecahkan masalah, hingga mengingat.

Ada banyak hal yang terlibat dalam proses pengolahan informasi di otak. Itulah mengapa perkembangan kognitif, termasuk pada anak, merupakan cara berpikir yang mencerminkan potensi kecerdasan otak.

Atas dasar inilah keterampilan kognitif tidak bisa dianggap sepele. Fungsi kognitif turut berkembang sejak usia kanak-kanak bersama dengan proses tumbuh kembang fisik hingga dewasa.

Perkembangan kognitif masing-masing anak bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana dan seberapa baik mereka memproses informasi yang didapatkan.

Selama masa perkembangan anak usia 6-9 tahun, sisi kognitif anak turut terlibat dalam mendukung proses pembelajarannya.

Nah, berikut perkembangan kognitif anak di setiap usia 6-9 tahun:

Perkembangan kognitif anak usia 6 tahun

Ada berbagai kemampuan kognitif yang sudah mampu dilakukan anak di masa perkembangan usia 6 tahun, yakni:

  1. Anak bisa mengatakan berapa umurnya.
  2. Anak bisa berhitung setidaknya sampai angka 10, misalnya dengan menjumlahkan 10 mainan.
  3. Anak sedang belajar menulis dengan baik dan benar.
  4. Anak mulai memahami konsep waktu, seperti membaca jam.
  5. Anak sedang belajar menjelaskan apa yang ia rasakan melalui kata-kata.
  6. Anak mulai memahami hubungan sebab-akibat meski belum benar-benar dipahaminya.

Perkembangan anak usia 6 tahun dari segi kognitif sudah cukup pahami mengenai konsep benar dan salah.

Si kecil bahkan terlihat berani mengingatkan bila ia melihat temannya melakukan hal yang kurang tepat.

Bahkan, keingintahuan anak di usia 6 tahun mengenai dunia di sekitarnya tampak semakin besar.

Perkembangan kognitif anak usia 7 tahun

Kebanyakan anak di usia 7 tahun sudah mengalami perkembangan kognitif sebagai berikut:

  • Anak memahami konsep waktu dengan cukup baik, misalnya mengerti arti dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun.
  • Anak mampu memecahkan soal hitungan matematika sederhana menggunakan objek, seperti memakai manik-manik untuk menghitung.
  • Anak mulai menunjukkan kesukaan dengan gaya belajar tertentu. Ambil contoh menyukai proses belajar dengan “terjun” langsung, seperti menggambar pemandangan di alam bebas.

Tak jauh berbeda dari usia sebelumnya, di usia 7 ini perkembangan kognitif anak juga masih terus ingin tahu tentang lingkungan dan dunia di sekitarnya.

Itu sebabnya, sebagai orangtua Anda mungkin sering mendapat pertanyaan dari anak mengenai hal-hal yang baru saja ia temui.

Anak juga akan dengan bangga menceritakan apa yang ia ketahui atau dapatkan misalnya dari sekolah maupun tempat kursus.

Intinya, anak sedang merasa sangat ingin tahu dan haus tentang berbagai informasi yang masih baru baginya, seperti dikuti dari Raising Children.

Selain itu, keterampilan anak dalam menghitung dan membaca juga masih terus berkembang.

Perkembangan anak usia 7 tahun ini misalnya berkaitan dengan meningkatnya kemampuan anak dalam mengenali kata dan memecahkan masalah sederhana.

Anak biasanya juga mulai belajar mengenai memecahkan soal matematika dalam tingkatan yang lebih sulit, seperti pecahan meski masih harus terus dilatih.

Perkembangan kognitif anak usia 8 tahun

Menginjak usia 8 tahun ini, tentu ada perkembangan baru dari segi kognitif yang sudah dapat dilakukan anak, meliputi:

  • Anak mengetahui cara menghitung dengan kelipatan angka. Ambil contohnya menyebutkan bilangan kelipatan 2 yakni 2, 4, 6, 8, dan seterusnya maupun menyebutkan bilangan kelipatan 5 yaitu 5, 10, 15, 20, dan lainnya.
  • Anak sudah cukup mahir memecahkan persoalan matematika seperti penambahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian.
  • Anak mampu membedakan kanan dan kiri.
  • Anak mengetahui arti dari suatu kata dan lawan katanya, misalnya besar-kecil, indah-buruk, benar-salah, dan lainnya.

Biasanya, di perkembangan usia 8 tahun, kemampuan anak dalam berpikir sedikit banyak dipengaruhi oleh emosi yang dimilikinya.

Hal ini dapat terlihat ketika anak sulit fokus saat sedang merasa khawatir atau marah.

Menariknya lagi, di usia ini anak umumnya sudah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai perubahan waktu.

Jadi, ketika Anda berkata “Sepuluh hari lagi kakak akan ulang tahun”, anak sudah dapat menghitung sisa berapa hari lagi menuju tanggal ulang tahunnya.

Pemahaman ini sebenarnya sudah terbentuk di usia sebelumnya, tetapi semakin baik di perkembangan anak usia 8 tahun ini.

Masih di usia ini pula, anak juga sudah memiliki pemahaman mengenai uang, baik secara harfiah (arti) maupun konsep penggunannya.

Meski terkadang belum benar-benar dapat menghitungnya dengan tepat, anak sudah mengerti bahwa ia butuh uang bila ingin membeli suatu barang.

Perkembangan kognitif anak usia 9 tahun

Tiba di usia 9 tahun ini, perkembangan kognitif anak tampak sudah mencapai hal-hal berikut:

  • Anak dapat membaca dengan jelas dan memahami kalimat panjang.
  • Anak sudah lebih mahir melakukan perhitungan matematika dua digit, misalnya melakukan penambahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian dari dua digit angka.
  • Anak menyukai proses merencanakan sesuatu.
  • Anak sudah mulai mampu berpikir secara mandiri, contohnya dalam mengambil keputusan.
  • Anak sudah dapat menyelesaikan tugas yang semakin sulit di sekolah.
  • Anak mampu mengelompokkan benda dengan baik sesuai jenisnya.

Perkembangan kognitif anak di usia 9 tahun umumnya mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompok di sekolah.

Si kecil juga tertarik untuk belajar dan mengerjakan suatu topik atau persoalan sampai ia berhasil menguasainya di masa perkembangan anak usia 9 tahun.

Persoalan menghitung biasanya terasa cukup rumit bagi anak di usia 9 tahun ini karena mulai belajar mengenai bentuk pecahan matematika dan bangun ruang.

Pemikiran logis anak juga dituntut untuk lebih diasah dalam memecahkan persoalan hitungan, bahasa, hingga pemikiran lainnya.

Namun, dengan ketekunan untuk terus berlatih dan belajar biasanya cepat atau lambat anak akan mahir memecahkan persoalan pecahan matematika.

Bukan hanya itu, anak juga mengerti mengenai ukuran sudut serta cara mengukurnya.

sumber: hellosehat.com

https://www.gurusd.id/2022/06/perkembangan-kognitif-anak-usia-sd-6-9-tahun.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here